Mengunjungi Kraton Yogyakarta merupakan salah satu hal wajib yang dilakukan jika kita berkunjung ke kota istimewa ini. Faktor sejarah yang ada di dalam keraton membuat orang banyak yang datang ke Kraton Yogyakarta.
 |
*salah satu anak yang memakai pakaian abdi dalem di bangsal Srimenganti*
Di dalam Kraton kita bisa melihat koleksi barang-barang Kraton, juga melihat aktivitas para abdi dalem, selain itu kita juga dapat menyaksikan pagelaran seni yang sering diadakan yang memang diadakan setiap hari oleh pihak Kraton.
Untuk pertunjukan seni sendiri pada hari senin & selasa adalah musik gamelan, hari rabu adalah pertunjukan tarian wayang golek, hari kamis adalah musik gamelan, jumat macapatan, sabtu wayang kulit, dan minggu tari& karawitan. Dan untuk jam-jam pertunjukan sendiri dimulai pukul 10.00-12.00
|
Kali ini saya sendiri datang untuk melihat pertunjukan tari dan karawitan di bangsal Srimenganti pada hari minggu dimana yang mengisi tari dan karawitan hari itu dari UKM Swagayugama UGM, untuk para pengisi tari dan karawitan memang selalu berbeda-beda. Para mahasiswa ini menampilkan 3 tarian yang pertama adalah Srimpi Pandhelori, lalu setelah itu tari Klana Alus dan tarian paling akhir adalah tari Beksan menak Rengganis >< Widaninggar. Pertunjukan tari yang sangat memukau menurut saya, terutama tari Srimpi Pandhelori yang sangat apik dibawakan oleh ke empat penari.
 |
| *tari Srimpi Pandhelori* |
 |
*tari Klana Alus*
Akes menuju Kraton sendiri sangatlah mudah karena berada tepat di sebelah selatan alun-alun utara kota Yogyakarta. Dan untuk pertunjukan tari dan karawitan yang saya tonton berada di bangsal Srimenganti dan posisi bangsal ini berada di bagian belakang Kraton sehingga dari halaman depan Kraton kita dapat berjalan kaki sekitar 200meter ke gerbang belakang Kraton. Di bangsal Srimenganti sendiri sudah tersedia kursi-kursi untuk para pengunjung, dan jika hari minggu para pihak Kraton juga menambahkan tikar di sisi kanan dan kiri bangsal agar wisatawan yang tidak kebagian tempat duduk dapat duduk lesehan(duduk bersila).
Namun sangat disayangkan sekali karena antusias wisatawan yang sangat ingin menikmati pertunjukan hari ini, mereka justru menutupi jalan masuk dan jalan keluar para penari. Para penari yang masuk melalui bagian sebelah barat bangsal justru terhalangi dikarenakan padatnya wisatawan yang ingin segera memfoto para penari. Begitu pula saat selesai menari para penari yang keluar melalui bagian timur bangsal juga terhalang oleh wisatawan yang ingin memfoto, meski wisatawan tidak memfoto dalam jarak dekat namun tetap saja hal itu cukup mengganggu bagi si penari sendiri. Mungkin ada baiknya para panitia dari UKM Swagayugama maupun pihak Kratons sendiri bisa memberi pembatas untuk penari masuk ataupun keluar.
*para wisatawan yang berjejal dibagian timur dimana jalur para penari keluar*
*para wisatawan yang memadati area sebelah barat bangsal untuk memfoto para penari sebelum masuk ke bangsal*
|